Fitnah Virus Korona

Alhamdulillah, shalawat dan salam kita panjatkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahu’alaihiwasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Peradaban manusia tengah diguncang ketakutan akan koloni virus yang menyerang dan menginfeksi sel jaringan pada tubuh. Covid-19 atau yang geger dengan sebutan Corona virus, mikroorganisme yang telah mematikan setidaknya 3286 jiwa seperti yang dikutip pada harian kompas 5 Maret 2020. Virus Korona pada nyatanya telah membuat seluruh dunia paranoid dan mempersiapkan berbagai antisipasi untuk mencegah masuknya makhluk tak kasat mata ini. Banyak hipotesis dan spekulasi yang disebarkan ke masyarakat dunia, mulai dari virus ini ada senjata kimia buatan China itu sendiri hingga virus yang berasal dari inveksi atau penyakit yang disebabkan oleh hewan-hewan yang dijual di pasar hewan di Wuhan.
Yang paling menarik adalah penangkapan bangsa Jin yang dilakukan oleh seorang ahli ruqyah asal negara Prancis bernama Syeikh Abdur Rauf. Dari dialog yang dilakukan antara Syeikh Abdur Rauf tersebut bersama beberapa jin yang dimediasikan pada tubuh seseorang menghasilkan beberapa informasi. Pertama bahwa virus ini adalah propaganda freemason dan amerika dalam perang dinginnya terhadap negara china. Yang kedua adalah virus yang ditancapkan menggunakan media sedalam tiga puluh meter ke bawah tanah tersebut adalah salah satu upaya free mason mewujudkan misi mereka di tahun 2022 memusnahkan separuh dari jumlah manusia yang ada di muka bumi.
Benar atau tidaknya berita-berita yang bertebaran diluar sana, bagi umat Islam tentunya semua ini jelas merupakan bentuk fitnah dan bencana akhir zaman yang telah diterangkan berabad abad yang lalu baik itu di dalam Al-Qur’an maupun keterangan di dalam hadist yang merupakan kabar dari Rasulullah Shalallahu’alaihiwasallam. Lantas apa yang membuat kita takut dan gusar apabila kita mengimani adanya hari kiamat dan tentunya fitnah-fitnah yang menyertainya. Maka persiapan yang harus kita lakukan bersifat global, yakni mempersiapkan kematian yang akan terjadi kapanpun dan oleh sebab apapun.
Apa yang harus kita lakukan menghadapi ujian ini? Berikut beberapa hal yang bisa kita jadikan renungan dalam menyikapi persoalan virus korona yang melanda dunia saat ini.
  1. Meminta perlindungan kepada Allah Subhanahuwata’ala dari virus tersebut. Memperbanyak do’a dan dzikir serta menyerahkan dan memasrahkan apapun yang akan terjadi kepada Allah saja.
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa manusia kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun[64]: 11)
  1. Melakukan pencegahan dan pemeriksaan kepada dokter. Mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah dalam menjaga diri dari keburukan seperti memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, dan bacaan-bacaan lain yang dimuat pada dzikir pagi dan petang.
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
“Barangsiapa yang pertama kali dimakamkan di pagi hari yaitu 7 kurma Ajwa, maka tidak akan membahayakannya sesuatu apapun pada hari itu baik sihir maupun racun.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi kita Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun juga telah menyebutkan dalam hadits Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
« مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِى صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَيَضُرُّهُ شَىْءٌ »
“Tidak ada seorang hamba yang membaca setiap pagi dan setiap sore (bismillahilladzi laa yadhurrru ma’asmihi sya-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘alim’ (dengan nama Allah, tidak akan membahayakan dengan menyebut namaNya sesuatu apapun di bumi dan di langit, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) Doa ini dibaca tiga kali maka dia tidak akan ditimpa bahaya apapun.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Selain itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga pernah bersabda:
مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ
“Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al-Baqarah di setiap malam, maka dua ayat itu cukup baginya.”
  1. Pada akhirnya manusia akan menemui ajalnya, maka apabila waktunya telah tiba di manapun dan kapanpun manusia akan mati. Allah Subhanahuwata’ala telah menetapkan ajal seseorang jauh sebelum kelahirannya di dunia. Sehingga bukan karena korona sajalah kita melakukan persiapan menghadapi kematian karena sejatinya kematian akan terjadi oleh sebab apapun.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : « أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ». قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : « أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ ».
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia pun kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).
  1. Bahwa yang terjadi kepada diri kita adalah kehendak Allah Subhanahuwata’ala sehingga kita harus ikhlas menjalaninya. Jikalau Allah takdirkan diri kita terinfeksi oleh virus tersebut namun berhasil sembuh, maka kematian itu belum akan terjadi.
Islam telah mengajarkan kita langkah dan cara menyikapi manakala fitnah-fitnah akhir zaman telah bermunculan, maka hendaknyalah kita selalu memperbaiki kualitas iman dan  diri kita hari demi hari agar kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allah di hari akhirat kelak.
Segala kebenaran datangnya hanya dari Allah, dan kekeliruan murni datang dari diri penulis dan gangguan syaithan laknatullah.
Ahmad Daud

Posting Komentar

0 Komentar