Hukum Bermain Catur Dalam Islam





Assalamualaikum..
Saya mau bertanya ustad, bagaimana hukum bermain catur menurut pandangan empat mahzab? Mohon penjelasannya.

Jawab:
Alhmdulillah wassalatu wassalamu alaa Rasulillah wabaad:
Bermain catur bila menyebabkan lalai daripada ibadah dan kewajiban-kewajiban lainnya maka ini hukumnya diharamkan secara sepakat oleh para ulama kita. Juga termasuk bila bermain catur disertai judi dan hal-hal lainnya yang diharamkan. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah mengatakan:

(الشطرنج متى شغل عما يجب باطنا أو ظاهرا حرم باتفاق العلماء كما لو شغل عن واجب كالصلاة ، أو ما يجب من مصلحة النفس أو الأهل ، أو الأمر بالمعروف أو النهي عن المنكر أو صلة الرحم أو بر الوالدين ، أو ما يجب فعله من نظرٍ في ولاية أو إمامة أو غير ذلك من الواجبات ، فإنه حرام بإجماع المسلمين ) مجموع الفتاوى.
“Catur bila menyibukkan dari sesuatu yang wajib baik secara batin atau zahir maka
Ia haram berdasarkan kesepakatan para ulama, seperti orang yang disibukkan dari salat atau disibukkan dari memenuhi hak dirinya dan keluarganya atau disibukkan dari amar makruf nahi mungkar atau silaturahim atau berbakti kepada orang tua atau yang wajib darinya seperti mengurusi wilayah kepemimpinanya atau yang lainnya dari yang wajib maka ini diharamkan secara sepakat oleh ulama kaum muslimin”. Kitab Majmuul Fatawa.

Namun bila bermain catur dan tidak sampai pada tahap menyebabkan lalai dari ibadah dan kewajiban-kewajiban lainnya, serta tidak diiringi dengan hal-hal yang diharamkan, maka mayoritas ulama kita dari mazhab Hanafiyyah, Malikiyyah, Hanabilah dan sebagian dari Syafiiyyah tetap menghukuminya sebagai sesuatu hal yang diharamkan. Hal ini berdasarkan qiyas, dimana para ulama kita menganggap bahwa permainan catur sama jenisnya dengan pemainan dadu yang secara jelas diharamkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ) رواه أبو داود وصححه الألباني.
“Barangsiapa yang bermain dadu, maka dia telah menyelisihi Allah dan RasulNya”.
Hr.Abu Dawud dan disahihkan oleh Imam Albani.

Di dalam hadis yang lain Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
( مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدَشِيرِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ ). رواه مسلم وأبو داود وابن ماجه.
“Barangsiapa yang bermain dadu maka seakan akan ia mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya”. Hr.Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah.

Imam Ibnu Qudama -rahimahullah- mengatakan:
( وأما الشطرنج فهو كالنرد في التحريم اهـ .) المغني (14/155).
“Adapun catur, maka dia sama dengan dadu dalam hukumnya (haram)” Kitab Al-Mughni (14/155).

Imam Ibnul Qoyyim -rahimahullah- juga Mengatakan:
(وكل ما يدل على تحريم النرد فدلالته على تحريم الشطرنج بطريق أولى). الفروسية (٣٠٥).
“Dan setiap dalil yang menunjukkan haramnya dadu maka dia juga menunjukkan haramnya catur dari jalan yang lebih berhak (untuk diharamkan)” Kitab Al-Farusiyah (305).

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh:
Muhammad Harsya Bachtiar,Lc.Ma.
(Mahasiswa Pascasarjana Univ.Islam Madinah)

Posting Komentar

0 Komentar